Seringkali, ketika Anda mengunjungi restoran biasa, Anda mengharapkan segelas air, meskipun Anda tidak selalu mendapatkannya. Di banyak negara, restoran dengan sengaja atau berpura-pura lupa bahwa Anda membutuhkan air (terutama di negara tropis yang panas), dan berharap Anda akan memesan sesuatu dengan label harga.

Saya berada di restoran keluarga di mega mall lagi untuk kedua kalinya, dan terkejut. Saat saya duduk, saya langsung disuguhi air es. Setelah beberapa menit, seorang pramusaji tersenyum kepada saya dan membawakan saya secangkir teh hijau Jepang yang hangat, dan dia berkata, "Terima kasih tuan, telah datang ke restoran kami lagi, dan terima kasih atas dukungan Anda yang baik."

Tindakan: Apakah Anda mengingat dan menghargai pelanggan setia?

Tidak pernah mudah untuk mendapatkan pelanggan baru, meskipun lebih mudah untuk mempertahankan pelanggan lama. Banyak organisasi mencoba mendapatkan pelanggan baru tanpa henti, sambil mengabaikan pelanggan lama yang setia. Misalnya, banyak bank yang memberikan hadiah premi baru kepada anggota kartu kredit baru, sedangkan pelanggan setia tidak mendapatkan hadiah yang sama. Sebaliknya, pikirkan untuk menawarkan "hadiah loyalitas" premium kepada pelanggan setia Anda terlebih dahulu, dan kemudian menawarkannya kepada pelanggan baru. Dengan cara ini, pelanggan setia Anda merasa lebih kuat tentang perusahaan Anda, daripada kehabisan pada saat pertama untuk membatalkan keanggotaan Anda, dan memilih untuk mendaftar dengan perusahaan lain untuk mendapatkan hadiah premium. Lagipula, hadiah perusahaan bukanlah barang mahal, dan memberikannya kepada orang lain mengikat Anda pada penjualan di masa mendatang dengan pelanggan yang sama.

© BitZen
Untuk pasar yang sangat kompetitif seperti makanan dan minuman, ritel, fashion, keuangan pribadi, dan bahkan ekonomi digital, penyedia layanan harus belajar untuk menghormati loyalitas pelanggan. Pelanggan adalah aset sementara yang dapat menghilang dengan cepat, dan loyalitas adalah aset yang kuat yang jarang dimanfaatkan. Belajar dari restoran keluarga, yang mengetahui bahwa pelanggan sulit ditemukan, dan bahkan lebih sulit untuk dipertahankan.

Ini adalah beberapa tulisan yang kami buat pada tahun 2003 (diterbitkan sebagai “DotZen”, sebuah buku paperback yang dipublikasikan secara luas), dan kami mengekstrak beberapa yang masih relevan hingga saat ini, di bidang branding, pemasaran, penjualan, publisitas, dan peningkatan bisnis. Jika kami menemukan waktu di luar waktu membantu klien kami tumbuh dan beristirahat, kami akan mencoba menulis lagi.

Hak Cipta © 2003 Seamus Phan & Ter Hui Peng. Hak cipta dilindungi.

Tentang Penulis

Gulir ke Atas