Berlawanan dengan kepercayaan, rilis berita tidak mati. Bahkan, di Asia Pasifik, rilis berita MASIH menjadi salah satu bahan komunikasi yang paling diperhatikan oleh media. Cision's Laporan Keadaan Media Global 2021 sependapat bahwa 78% jurnalis lebih menyukai rilis berita dan pengumuman dibandingkan dengan jenis konten lainnya. Di Asia Pasifik, rilis berita masih dipandang sebagai sumber informasi otoritatif yang berperingkat lebih tinggi dari byline dan komentar. Jadi, apa yang akan membuat rilis berita bermanfaat yang dapat menarik lebih banyak daya tarik media?

1) Kesimpulan dulu, bukti selanjutnya

Sama seperti makalah akademis dan penelitian kami, sajikan paragraf paling penting di muka. Paragraf pertama, bersama dengan tajuk utama, harus menarik media dan pembaca untuk ingin tahu apa selanjutnya. Menulis untuk substansi dan dampak komunitas, bukan untuk efek. Artinya harus menjawab pertanyaan besar MENGAPA pengumuman ini begitu penting bagi massa.

2) Kuatkan atau pulanglah

Sertakan kutipan eksekutif, tetapi duduklah eksekutif untuk mendapatkan keyakinan terdalam mereka, dan mengapa mereka merasa terdorong tentang hal-hal tertentu, sebelum menulis kutipan mereka. Terlalu sering, rilis berita menampilkan kutipan "pernyataan keibuan" yang sangat hambar oleh para eksekutif yang terlihat seperti pernyataan "pemotong kue" dan "jargon MBA" yang menutupi isu-isu penting yang nyata di masyarakat, dengan patuh menghindari membuat pernyataan yang kuat dan berkomitmen. Tidak mengherankan mengapa begitu sedikit kutipan eksekutif digunakan di media. Buatlah pernyataan yang kuat dan mudah diingat, yang secara positif mempengaruhi orang dan menggerakkan tindakan dan bahkan keyakinan.

3) Jangan terlalu banyak menjual

Ini sederhana untuk dipahami tetapi tidak selalu mudah dilakukan oleh para eksekutif bisnis. Sebagian besar eksekutif perusahaan cenderung terlalu keras dengan promosi penjualan terbuka tentang perusahaan dan produk mereka, daripada bagaimana apa yang dapat mereka lakukan untuk membantu orang. Seperti aturan emas penjualan, tidak ada yang suka dijual, tetapi mereka ingin percaya. Jadi, jangan terlalu menjual perusahaan, merek, produk, dan layanannya, dalam rilis berita. Nyatakan fakta, jawab MENGAPA, dan biarkan media dan publik membuat keputusan yang cerdas dan positif.

4) Sempurnakan latar belakang

Terlalu sering, bagian "Tentang perusahaan" dari rilis berita diabaikan atau dilupakan. Paragraf itu (dan seharusnya hanya SATU paragraf) harus merupakan penyulingan dari semua yang diyakini perusahaan, apa yang dilakukannya dalam istilah yang jelas, dan diakhiri dengan URL situs web untuk mengetahui lebih lanjut. Jangan pernah jatuh ke dalam perangkap menulis latar belakang yang kabur, buram, penuh jargon dan istilah tanpa makna. Jika Anda menjual perangkat IoT (Internet of Things), katakan demikian. Jika Anda menjual busana yang sekilas dan terjangkau, katakan demikian. Jika Anda menjual roti kemasan yang awet, katakan demikian. Jangan bersembunyi di balik kata-kata dan jargon bombastis.

5) Jadikan itu visual

Saat ini, apakah Anda mengirim rilis berita Anda ke media atau bahkan ke layanan distribusi kabel, penerima akan mengharapkan beberapa aset gambar seperti JPEG, atau bahkan video. Namun, jangan mengirimkannya dalam rilis sebagai lampiran jika ukurannya besar. Simpan di ruang berita online Anda sendiri, atau dihosting oleh agen PR Anda, untuk memastikan bahwa jurnalis tidak perlu merusak bandwidth mereka atau menyumbat kotak surat mereka yang terbatas hanya untuk menerima lampiran gambar atau video Anda yang sangat besar. Jangan pernah mengirim lampiran kecuali diminta.

6) Dapatkan bantuan ahli

Rilis berita sering ditulis oleh para profesional. Jika tim komunikasi internal Anda melakukannya, biasanya tim tersebut cukup profesional dan siap untuk didistribusikan atau disampaikan ke media. Tetapi jika perusahaan Anda tidak memiliki tim seperti itu, dapatkan bantuan ahli, seperti agen PR. Rilis berita harus selalu menjawab 5W1H (mengapa, apa, di mana, kapan, siapa, dan bagaimana), dan harus dibaca seperti dokumen editorial, bukan brosur penjualan.