Dalam hidup, terutama di jalan mencari nafkah, apakah memenangkan segalanya? Lalu, apakah yang terpenting dalam perjalanan hidup, termasuk mencari nafkah?

I was walking back to the office after a cup of coffee in the afternoon, and a middle-aged man wearing a black t-shirt walked in front of me. His t-shirt had a bold message - "winning is everything".

Kalimat itu bergema di kepalaku cukup lama, hingga saat ini aku sedang menulis artikel pendek ini. Saya terus berpikir, apakah menang benar-benar segalanya?

Bagi beberapa orang, memenangkan orang lain dalam perlombaan dalam hidup adalah segalanya, atau begitulah yang mereka pikirkan. Bagi individu-individu ini, hasil lebih penting daripada perjalanan. Jangankan jika perjalanan itu seru, mendidik, inspiratif, bahkan menyenangkan. Bagi individu-individu ini, mereka mungkin tidak peduli jika sarana menuju hasil, yaitu, menang, akan menyebabkan luka yang merusak pada orang lain di sepanjang jalan, atau pada diri mereka sendiri.

Pertanyaannya kemudian adalah, apakah menang dengan segala cara sepadan pada akhirnya?

Saya kira tidak.

If winning is the sole purpose in a person's life, such a journey would entail a disregard for all others along the path, if these people do not assist this person in achieving the win he demands and desires. If winning is all this person cares for, then ruthlessness, greed, and apathy, must somehow escalate because every "win" will always be at the expense of others, and will only become hardened as every "win" will only spur this person to desire even more "wins", or "greater wins". Will it end? How will it end? At what costs?

Sebaliknya, banyak peraih prestasi terbaik tidak percaya bahwa menang akan berarti segalanya. Tujuan hidup mereka adalah untuk menantang diri mereka sendiri, untuk menciptakan, untuk menemukan, untuk berinovasi, untuk meninggikan orang lain, dan untuk menjalani hidup itu sendiri.

Dan betapa menjadi inspirasi hidup jika seseorang mengejar perayaan pembelajaran, perayaan setiap belokan dan perjalanan, dan perayaan kehidupan itu sendiri. Setiap tarikan napas yang kita ambil saat itu, tampaknya akan meringankan langkah kaki kita, dan membawa terang ke pemandangan kita.

Bagi saya, menang bukanlah segalanya, dan mungkin tidak berarti apa-apa bagi saya. Paling banter, mungkin kemenangan bisa menjadi hiasan kecil sepanjang perjalanan hidup saya, sekadar penanda, dan segera terlupakan. Hidup terus berjalan, dan bagi saya, hidup adalah segalanya.

Tentang Penulis

Gulir ke Atas